Selaras

Teruntuk Kamu, (yang dengan kata apa aku bisa mendiskripsikannya)

Ternyata nggak mudah untuk menuliskan sesuatu tentangmu. Bukan karena aku gak tahu cara menulis, tapi aku nggak tahu mesti menulis dan menceritakanmu dari mana.

Ehm, dari terakhir kita ketemu atau dari waktu pertama kita berjumpa? Sepertinya mengingat yang paling dekat lebih baik, kamu setuju? Selain masih hangat juga sangat tepat untuk jadi obat. Obat? Kan lagi nggak sakit, hehe. Eh, obat rindu ternyata. Hahaha

Kamu perlu tahu, aku sekarang menjadi salah seorang yang menantikan cerita-cerita konyolmu, tingkah anehmu dan hal lain yang menurutku itu lutju. Atau karena selera humorku yang retjeh? Kukira kamu yang pandai bercerita dan melihat dari sisi yang berbeda. Ceritamu mengundang tawa dan bahagia yang selalu mengantar lelah dan istirahat sebagaimana mestinya. Membuatku tidur dengan nyenyak. Maacih.

Beberapa hari lalu, untuk pertama kali, aku mengimpikanmu. Tapi aku nggak mau cerita ngimpi apa. 😅

Kamu itu ngeselin, becandamu fresh banget. Kaya buah yang baru dipetik dari pohonnya. Kau pun begitu, segar luar dalam. Alami tanpa pemanis buatan. Belum lagi, orang-orang yang ada di sekitarmu mengatakan: Kau sekarang tampak lebih bahagia. Dan ya, aku setuju. Paling tidak, pancaran wajah caramu bercerita. Rahasianya apa sih?

Kebahagiaan memang menular, nggak hanya ke sekujur tubuh. Tapi di lingkungan sekitar kita pun ikut merasakannya. Jika orang lain menyatakan kesedihan dan luka hatinya dengan terang-terangan, kenapa tidak begitu juga ketika memperlakukan kebahagiaan?

Ohya, dua atau tiga bulan ini, ada beberapa kejadian yang sangat berhubungan satu sama lain. Kata kunci dari kejadian itu adalah waktu, selaras, bertemu. Termasuk dari artikel yang aku baca. Yang akan bertemu, pasti ketemu. Bagaimanapun caranya.

Termasuk, pertemuan kita beberapa hari lalu. Sudah berapa lama kita ndak bersua? Baik di maya apalagi nyata. Pokonya jarang bertegur sapa. Termasuk, aku yang sekarang ada di Pekanbaru. Juga soal menemukan jawaban dari pertanyaan demi pertanyaan. Semua nyambung, ada benang merahnya. Aku mengartikan semua itu dengan selaras. Ya, kita akan diselaraskan dengan yang selaras dengan kita (orang, tempat, kejadian dan semua energi yang mengikutinya).

Yang berbeda akan pergi, yang sama akan datang.

Menyelaraskan adalah koentji. Selaras dengan ridhoNya terutama. Berapa kali kita diingatkan sama orang yang telah sepuh, orang yang tahu lebih dulu, orang yang berpengalaman bahwa hidup adalah bergerak. Pergerakan itu bisa banyak bentuk dan wujudnya. Ada yang bergerak melalui lukisannya, tulisannya, puisi-puisinya, prosa, gambar, ide, bahkan ada yang bergerak dalam diam.

Rentang waktu tiap orang berbeda, jalan hidup, pergolakan batin, masalah yang dialami, cita-cita, psikologi, lingkungan, alam, makanan, bahan bacaan, hiburan, pengalaman, pengetahuan semua berbeda.

Makanya, ada yang sehari bisa selaras. Tapi ada juga yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun baru bisa selaras. Cita-citamu, asamu, harapmu, keinginan-keinginanmu, adakah yang belum terwujud hingga hari ini? Bagaimana? Mau menyerah? Tunggu dulu. Tidak semudah itu Jaenab! Istirahat boleh, berhenti jangan (entah idiom ini siapa yang pertama kali membuat).

Setelah aku mengalami sendiri bahwa menyelaraskan butuh waktu dan ini berkesinambungan dengan sikap dan kemampuan kita, maka aku katakan pada diri sendiri: Ikhlas, sabar, tawakal dan tetap melakukan apa yang bisa dilakukan sekarang, saat ini.

Sambil terus menyadari, kita memang tidak bisa mengontrol hidup kita, tapi kita adalah pengendali nurani, perasaan dan pikiran.

Aku percaya, yang diupayakan dan yang tidak diupayakan akan lebih berhasil yang diupayakan. Aku percaya, masalalu adalah masalahmu. Kau pinang-pinang atau cukup kau kenang? Aku percaya, ada yang hidup karena masih ada harap. Ada yang hidup karena enggan mati, pun ada yang memilih mati karena enggan hidup.

Menjadi Manusia adalah amanah, menjadi manusia adalah tanggung jawab, menjadi manusia adalah ibadah.

Tory Nugroho Bicaksana, MM

Advertisements

1 thought on “Selaras”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s